Tasawuf sebagai pola pikir hidup sederhana: analisis pemikiran Gus Baha

Authors

  • Anwar Arifin Romdhoni Institut Al Fithrah, Surabaya, Indonesia
  • Ahmad Syatori Institut Al Fithrah, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58572/hkm.v6i2.454

Keywords:

kesederhanaan, modernitas, pemikiran islam, tasawuf, gus baha

Abstract

Abstract
This study is motivated by the growing tendency of modern society toward consumerism, materialism,
and competitive lifestyles that often lead to spiritual crises and inner anxiety. Sufism (tasawuf), as
the spiritual dimension of Islam, offers a mindset of simple living that emphasizes balance between
worldly life and the hereafter. This research aims to analyze the thought of KH. Ahmad Bahauddin
Nursalim (Gus Baha) regarding Sufism as a mindset of simple living and its relevance to
contemporary challenges. The study employs a qualitative approach with a library research design.
Primary data were obtained from Gus Baha’s sermons and lectures, while secondary data were
derived from scholarly works on Sufism and contemporary Islamic thought. The findings reveal that,
according to Gus Baha, simplicity does not mean rejecting worldly life, but living proportionally,
avoiding sin through permissible activities, and integrating sharia with spirituality. Sufism is
presented as a practical mindset that shapes social ethics, strengthens tolerance, and provides
solutions to modern moral crises. Therefore, Gus Baha’s Sufistic perspective remains highly relevant
as guidance for balanced living in the contemporary era.

Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan masyarakat modern yang semakin terjebak dalam
gaya hidup konsumtif, materialistik, dan kompetitif sehingga menimbulkan krisis spiritual dan
kegelisahan batin. Tasawuf sebagai dimensi spiritual dalam Islam menawarkan pola pikir hidup
sederhana yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pemikiran KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengenai tasawuf sebagai
pola pikir hidup sederhana serta relevansinya terhadap tantangan kehidupan modern. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan
data primer berupa ceramah dan pengajian Gus Baha serta data sekunder dari literatur ilmiah terkait
tasawuf dan pemikiran Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Gus Baha,
kesederhanaan bukanlah penolakan terhadap dunia, melainkan sikap proporsional, menjauhi maksiat
melalui aktivitas mubah, serta integrasi antara syariat dan spiritualitas. Tasawuf dipahami sebagai
pola pikir praktis yang membentuk etika sosial, memperkuat toleransi, dan menjadi solusi atas krisis
moral modern. Dengan demikian, tasawuf ala Gus Baha relevan sebagai pedoman hidup seimbang
di era kontemporer.

References

Abitolkha, A. M. (2021). Shari’a contemplation in the world of sufism: Synergizing aspects of haqiqa and sharia in the sufistic dimension. Al-A’raf: Jurnal Pemikiran Islam dan

Filsafat, 18(2), 312–329.

Abitolkha, A. M., Thahir, A. H., Muzakki, A., & Dodi, L. (2025). The convergence of Sufism and sharia: The spiritual basis of family resilience in Shiddiqiyah congregation in Jombang, Indonesia. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 8(2), 678– 700.

Afiani, V. Z. (2025). Integrasi tasawuf dalam masyarakat modern: Perspektif sosiologi agama. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 14(1), 111–124.

Alwi, M. R. F. (2024). Peran tasawuf dalam kehidupan masyarakat modern. Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tasawuf, 10(1), 62–74.

Armedi, R., Fattachil‘Izza, A., & Asrori, M. (2025). Relevansi tasawuf dalam Islam di era modern. Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam, 5(1), 46–67.

Dly, D. R., & Sakni, A. S. (2023). The urgency of zuhud from the perspective of Sufism in the modern era 5.0. In Proceeding International Conference on Tradition and Religious Studies (Vol. 2, pp. 110–121).

Fadlatunnisa, B. (2022). Peran tasawuf dalam kehidupan materialis masyarakat modern. In Gunung Djati Conference Series (Vol. 9, pp. 295–311).

Farida, Q. A. (2020). Eksistensi kesederhanaan di era industri 4.0 dalam bingkai kehidupan sufistik pada santri Pondok Pesantren Kalisodo Bumi Nabung. Dimar: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2).

Gus Baha sebut Islam itu sederhana, perbuatan mubah bisa dilakukan untuk tinggalkan maksiat. (2026). NU Online. https://www.nu.or.id/nasional/gus-baha-sebut-islam- itu-sederhana-perbuatan-mubah-bisa-dilakukan-untuk-tinggalkan-maksiat-MOf5V

Haq, M. I. (2019). Tasawwuf (Sufism) as the basis for internalizing humanist character of Indonesian Muslims (Case study of pesantren in Yogyakarta and Madura). Sunan Kalijaga: International Journal of Islamic Civilization, 2(2), 235–262.

Hasan, M. S. (2025). Tasawuf epistemologis Gus Baha’: Ilmu sebagai jalan spiritual dalam tradisi pesantren. Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam, 5(2), 1– 12.

Hasibuan, Q. A. A., & Nasution, S. (2025). Tasawuf sebagai solusi krisis spiritual dalam masyarakat modern. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 9(2), 746–752.

Khafidhoh. (2025). Dakwah media sosial Gus Baha dan relevansinya dalam kehidupan sosial kontemporer. Journal of Communication Studies, 4(2), 43–56. https://doi.org/10.37680/jcs.v4i2.6714

Khristianto, K., Pujiyatno, A., Saepudin, E., & Al Aqad, M. H. (2024). Gus Baha’s perspective on religious tolerance and how the public respond. JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora), 8(2), 103.

Mubarokah, L. (2025). The self-concept formation based on Sufism in overcoming moral deviance among santri: A case study at Al-Inaroh Islamic Boarding School. IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education), 6(2), 306–314.

Muhid, M., Hafizoh, N., & Suryani, K. (2025). Pemahaman hadis tentang kebolehan membaca tahlil bagi pelaku dosa besar melalui pendekatan historis. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 27(1), 66–77.

Mulyani, Y., Rahayu, S. S., & Jamaludin. (2025). Zuhud dan gaya hidup berkelanjutan menurut tinjauan sufistik dan psikologi Islam. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(5).

Putra, A. E. (2012). Tasawuf dan perubahan sosial-politik (Suatu pengantar awal). Journal Tapis: Journal Teropong Aspirasi Politik Islam, 8(1), 62–72.

Rahmah, S., Saleh, A. H., & Rahmi, S. N. (2024). The influence of Sufism on social practices in contemporary Muslim societies: A case study in Indonesia. Journal of Noesantara Islamic Studies, 1(4), 214–232.

Rodin, I., Ibrahim, D., & Munir. (2023). Nilai nilai tasawuf dalam membentuk keshalehan sosial dan menangkal radikalisme generasi millenial (Study di Jamiyah Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyah Kabupaten OKU Timur). Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 15(1), 42–53.

Saputra, F. F. N. (2019). Metode dakwah Wali Songo dalam penyebaran Islam di Jawa dalam buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto dan relevansinya dengan materi SKI kelas IX (Skripsi). IAIN Ponorogo.

Sarah, N. F. (2025). Pengaruh pola asuh terhadap hidup sederhana: Studi pada mahasiswa jurusan tasawuf dan psikoterapi angkatan 2022 (Skripsi). UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Sidiq, M. Y. (2025). Balancing sharia and spirituality: Gus Baha’s interpretation of wahdatul wujud in the teachings of Siti Jenar. DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies, 259–264.

Suhandi., Ferlitasari, R., Rohimah, L., & Achlami, M. A. (2023). M. Amin Syukur’s socio- sufism: Bridging spiritual and social piety. Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism, 12(1), 21–40.

Sulthon, M., Musthofa, M. Y., & Zuhri, M. K. (2025). Decentering Islamic authority in the digital sphere: Gus Baha’s Al-Hikam and the reconfiguration of vernacular Sufism in Indonesia. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 36(2), 401–430.

Sultoni. (2016). Nilai-nilai ajaran tasawuf Walisongo dan perkembangannya di Nusantara. Kabilah, 1(2), 357–378.

Taufiq, F., & Tsauro, A. (2025). The changing da’wah preference from Salafi to moderate: Gus Baha and Habib Ja’far in millennial Muslim urban. Journal of Asian Wisdom and Islamic Behavior, 3(1).

Ulum, K. (2025). Dinamika tafsir kontemporer di Indonesia: Kajian kasus tafsir media sosial Gus Baha. ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research, 2(2), 179–190.

Umam, L. F. (2024). Implementasi nilai nilai zuhud terhadap sikap kosumerisme (Studi analisis nilai kesederhanaan dalam panca jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor). AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies, 7(4), 1137–1163.

Downloads

Published

2026-09-21

Metrik & Sitasi

How to Cite

Romdhoni, A. A., & Syatori, A. (2026). Tasawuf sebagai pola pikir hidup sederhana: analisis pemikiran Gus Baha. Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf Dan Peradaban Islam, 6(2), 300–317. https://doi.org/10.58572/hkm.v6i2.454