Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia <p><strong>E-ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2808-2044" target="_blank" rel="noopener">2808-2044</a></strong></p> <p><strong><a href="https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia">Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam</a></strong> publishes research articles and reviews on Sufism, Tarekat, Islamic philosophy, Islamic theology, and Islamic thought. Every submitted manuscript is first screened by the editorial team; manuscripts that fit the journal's scope are then reviewed by peer reviewers through a double-blind process. The journal is published online twice a year, in March and September, by Ma'had Aly Idrisiyyah.</p> <p>For authors who are interested in submitting manuscripts, please <a href="https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/user/register">register</a>. The manuscript template can be downloaded <a href="https://docs.google.com/document/d/1n3nEfvoAQ1Jc3tqYI8AUjnut-0irNkhF/edit?usp=sharing&amp;ouid=108735799026531137749&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener">here</a>.</p> <p><strong>This journal has been indexed by:</strong></p> <div style="display: flex; flex-wrap: wrap; align-items: center;"><a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/28898?issue=Vol.%206%20No.%201%20(2026):%20Hikamia:%20Jurnal%20Pemikiran%20Tasawuf%20dan%20Peradaban%20Islam" target="_blank" rel="noopener"><img style="width: 130px; height: auto; margin: 8px;" src="https://journal.idrisiyyah.ac.id/public/site/images/adminjournal/garudaaa1.png" alt="Garuda" /></a> <a href="https://scholar.google.com/citations?user=9HCuM0YAAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener"><img style="width: 130px; height: auto; margin: 8px;" src="https://journal.idrisiyyah.ac.id/public/site/images/adminjournal/googlescholar111.png" alt="Google Scholar" /></a> <a href="https://moraref.kemenag.go.id/archives/journal/99751647886072705" target="_blank" rel="noopener"><img style="width: 130px; height: auto; margin: 8px;" src="https://journal.idrisiyyah.ac.id/public/site/images/adminjournal/moraref11.png" alt="Moraref" /></a> <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;search_text=10.58572&amp;search_type=kws&amp;search_field=full_search" target="_blank" rel="noopener"><img style="width: 130px; height: auto; margin: 8px;" src="https://journal.idrisiyyah.ac.id/public/site/images/adminjournal/dimensions.png" alt="Dimensions" /></a> <a href="https://search.crossref.org/?q=2808-2044&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener"><img style="width: 130px; height: auto; margin: 8px;" src="https://journal.idrisiyyah.ac.id/public/site/images/adminjournal/crossref4.png" alt="Crossref" /></a> <a href="https://www.scilit.com/sources/131098" target="_blank" rel="noopener"><img style="width: 130px; height: auto; margin: 8px;" src="https://journal.idrisiyyah.ac.id/public/site/images/adminjournal/scilit.png" alt="Scilit" /></a> <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=134889" target="_blank" rel="noopener"><img style="width: 130px; height: auto; margin: 8px;" src="https://journal.idrisiyyah.ac.id/public/site/images/adminjournal/indexing.png" alt="Index Copernicus" /></a> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/14577" target="_blank" rel="noopener"><img style="width: 130px; height: auto; margin: 8px;" src="https://journal.idrisiyyah.ac.id/public/site/images/adminjournal/sinta.png" alt="SINTA" /></a></div> en-US [email protected] (Rizal Fauzi) [email protected] (Yusuf Burhani) Mon, 21 Sep 2026 09:18:08 +0800 OJS 3.2.1.5 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Akar Penyakit Hati Ruhani : Analisis Konsep Psikologi Sufi Robert Frager https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/217 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji bagaimana penyakit hati terbentuk dilihat dari perspektif psikologi Sufi Robert Frager. Adapun yang menjadi sumber acuan dalam tulisan ini yaitu akan lebih banyak mengulas dari pemikiran Robert Froger dalam karya nya yang berjudul <em>“Heart, Self &amp; Soul: the Sufi Psychology of Growth, Balance, and Harmony</em>” dan juga versi terjemahan nya oleh Hasmiyah Rauf. Penelitian ini&nbsp;&nbsp; menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif ini dilakukan dalam bentuk penelitian kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan data melalui sumber-sumber kepustakaan. Setelah itu, melakukan analisis secara kritis terkait tema penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan, berawal dari lapisan <em>shadr</em> sebagaimana dalam diagram hati dalam konsep psikologi sufi Roebrt Frager berbatasan langsung dengan sisi materi manusia yang seringkali dinodai oleh kecenderungan <em>nafs</em> yang di dorong oleh alam tak sadar bawah (energi materi). kekuatan energi materi yang terdapat pada wilayah alam tak sadar bawah yang begitu kuat membuat lapisan <em>shadr</em> sulit untuk diterobos, sehingga dari kegelapan itu cahaya hati pada lapisan kedua yaitu <em>qalb</em> sulit memancar cahaya. Ilustrasi dari kecenderungan tersebut dapat dilihat dari diagram jiwa (<em>nafs</em>) tirani oleh Robert Frager.</p> Aulia Sukma Sukma Copyright (c) 2026 Aulia Sukma Sukma https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/217 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0800 Aktualisasi Pemikiran Abu Ubayd al-Qasim ibn Sallam dalam Dinamika Ekonomi Indonesia https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/330 <p>Pemikiran ekonomi Islam klasik memiliki kontribusi penting dalam membentuk fondasi keilmuan ekonomi Islam modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep fiskal, moneter, dan kondisi ekonomi makro-mikro dalam pemikiran Abu Ubayd al-Qasim ibn Sallam sebagaimana tertuang dalam Kitab al-Amwal, serta menelusuri relevansinya terhadap kebijakan ekonomi Indonesia kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan historis-komparatif, yang mengkaji teks-teks klasik, laporan kebijakan publik, dan data makroekonomi Indonesia tahun 2023–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa Abu Ubayd menekankan prinsip keadilan fiskal, transparansi pengelolaan baitul mal, larangan riba, dan distribusi kekayaan demi kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Pemikiran tersebut memiliki relevansi kuat dengan kebijakan fiskal dan moneter Indonesia saat ini, khususnya dalam integrasi zakat dan pajak, penguatan keuangan sosial Islam, serta penerapan prinsip keberlanjutan (SDGs). Oleh karena itu, nilai-nilai ekonomi Abu Ubayd dapat dijadikan rujukan etis dan struktural dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.</p> Fajar Arif Budiyanto, Yadi Janwari, Viona Amalina, Nabila Nurhaliza Lisdiani, Sulastri Copyright (c) 2026 Fajar Arif Budiyanto, Yadi Janwari, Viona Amalina, Nabila Nurhaliza Lisdiani, Sulastri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/330 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0800 Surah Al-Fatihah dalam Perspektif Tafsir Sufi: Studi atas Laṭā’if al-Ishārāt karya Al-Qushairī https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/352 <p>Penelitian ini mengkaji penafsiran Surah Al-Fatihah dalam kitab Laṭā’if al-Ishārāt karya Abū al-Qāsim al-Qushairī sebagai representasi tafsir sufistik bercorak ishārī. Kajian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya studi tafsir sufistik yang memunculkan perdebatan mengenai validitas metodologis dan batas-batas penafsiran batiniah dalam Al-Qur’an. Di satu sisi, tafsir sufistik dipandang mampu menghadirkan kedalaman spiritual Al-Qur’an, namun di sisi lain sering dikritik karena dianggap terlalu subjektif dan spekulatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode, corak, serta landasan epistemologis penafsiran al-Qushairī terhadap Surah Al-Fatihah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber utama penelitian adalah kitab Laṭā’if al-Ishārāt, sedangkan sumber sekundernya berupa kitab tafsir, literatur tasawuf, dan penelitian terkait tafsir sufistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qushairī memadukan makna lahiriah dan batiniah ayat secara seimbang melalui pendekatan bahasa, teologi, dan spiritualitas. Setiap ayat Al-Fatihah dipahami sebagai tahapan perjalanan ruhani seorang hamba menuju tauhid dan makrifat kepada Allah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tafsir al-Qushairī tetap menjaga keterkaitan erat antara syariat dan hakikat sehingga terhindar dari penafsiran sufistik yang berlebihan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa tafsir sufistik dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam memperkaya studi tafsir Al-Qur’an, khususnya dalam mengintegrasikan dimensi spiritual dan akademik secara proporsional.</p> Mursalin, Achmad Abubakar, Muhsin Mahfudz Copyright (c) 2026 Mursalin, Achmad Abubakar, Muhsin Mahfudz https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/352 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0800 Analisis Nilai-Nilai Qur’ani dan Sufistik dalam Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/353 <p><em>Spiritual Emotional Freedom Technique</em> (<em>SEFT</em>) merupakan pendekatan regulasi emosi berbasis spiritual yang mengintegrasikan dimensi psikologis dan keagamaan. Permasalahan emosi seperti kecemasan, ketakutan, dan stres memerlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat psikologis tetapi juga spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <em>SEFT</em> sebagai model psikoterapi Islam dengan menelusuri kesesuaiannya terhadap nilai-nilai Qur’ani dan prinsip-prinsip tasawuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis sumber data primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>SEFT</em> mengintegrasikan aspek kognitif, somatik, dan spiritual melalui tiga tahapan utama yaitu The <em>Set-Up, The Tune-In, </em>dan<em> The Tapping</em>. Setiap tahapan memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai Qur’ani seperti <em>syifa’</em>, ikhlas, tawakal, sabar, khusyū’, dan syukur serta prinsip tasawuf seperti <em>tazkiyatun nafs</em>, dzikir, <em>riyāḍah</em>, dan <em>ma’rifatullah</em>. Integrasi ini menunjukkan bahwa SEFT tidak hanya efektif secara klinis tetapi juga memiliki landasan teologis yang kuat. Dengan demikian, SEFT dapat diposisikan sebagai model psikoterapi Islam yang holistik, aplikatif, dan relevan bagi masyarakat Muslim kontemporer.</p> Sukma Ayu Fadhila Ardianing Copyright (c) 2026 Sukma Ayu Fadhila Ardianing https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/353 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0800 Tasawuf dalam Bayang-Bayang Krisis Ekonomi Global: Reinterpretasi Tawakal di Tengah Ketidakpastian Fiskal Indonesia 2026 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/365 <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>This research focuses on the reinterpretation of the concept of tawakal as a socio-transformative ethic in addressing social inequality and the global economic crisis occurring in Indonesia. The background of this study is based on the public tendency to perceive tawakal merely as an attitude of surrender without effort, which potentially leads to social fatalism. The purpose of this research is to examine the origins of the concept of tawakal within the Sufi tradition, evaluate its relevance to contemporary socio-economic issues, and describe tawakal as an active and constructive spiritual force. This study employs a qualitative method using a library research approach. The data sources include the Qur’an, Hadith, classical Sufi works, and contemporary literature. The findings reveal that, from the perspective of Sufism, tawakal does not contradict rational action; rather, it emphasizes a balance between effort, faith, and social responsibility. The reinterpretation of tawakal can strengthen social solidarity, enhance public critical awareness, and encourage active participation in addressing social inequality, economic crises, and contemporary global challenges. Therefore, tawakal remains relevant as a progressive, humanistic, and transformative spiritual foundation in modern life.</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> Tawakal, Social Sufism, Social Inequality, Economic Crisis, Transformative Ethics.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Penelitian ini berfokus pada reinterpretasi konsep tawakal sebagai etika sosial-transformatif dalam menghadapi ketimpangan sosial dan krisis ekonomi global yang terjadi di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pemahaman masyarakat yang cenderung menganggap tawakal sebagai sikap pasrah tanpa upaya, yang berpotensi menghasilkan fatalisme sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari asal-usul konsep tawakal dalam tradisi tasawuf, mengevaluasi hubungannya dengan masalah sosial-ekonomi kontemporer, dan memberikan gambaran tentang tawakal sebagai kekuatan spiritual yang aktif dan bermanfaat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Al-Qur'an, hadis, karya tasawuf klasik, dan literatur kontemporer adalah sumber data.</em> <em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang tasawuf, tawakal tidak bertentangan dengan tindakan rasional. Sebaliknya, itu menekankan keseimbangan antara upaya, iman, dan tanggung jawab sosial. Reinterpretasi tawakal dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam menghadapi ketimpangan sosial, krisis ekonomi, dan tantangan global kontemporer. Oleh karena itu, tawakal masih relevan sebagai landasan spiritual yang progresif, humanis, dan transformatif dalam kehidupan modern.</em></p> <p><strong>Kata Kunci:</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>This research focuses on the reinterpretation of the concept of tawakal as a socio-transformative ethic in addressing social inequality and the global economic crisis occurring in Indonesia. The background of this study is based on the public tendency to perceive tawakal merely as an attitude of surrender without effort, which potentially leads to social fatalism. The purpose of this research is to examine the origins of the concept of tawakal within the Sufi tradition, evaluate its relevance to contemporary socio-economic issues, and describe tawakal as an active and constructive spiritual force. This study employs a qualitative method using a library research approach. The data sources include the Qur’an, Hadith, classical Sufi works, and contemporary literature. The findings reveal that, from the perspective of Sufism, tawakal does not contradict rational action; rather, it emphasizes a balance between effort, faith, and social responsibility. The reinterpretation of tawakal can strengthen social solidarity, enhance public critical awareness, and encourage active participation in addressing social inequality, economic crises, and contemporary global challenges. Therefore, tawakal remains relevant as a progressive, humanistic, and transformative spiritual foundation in modern life.</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> Tawakal, Social Sufism, Social Inequality, Economic Crisis, Transformative Ethics.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Penelitian ini berfokus pada reinterpretasi konsep tawakal sebagai etika sosial-transformatif dalam menghadapi ketimpangan sosial dan krisis ekonomi global yang terjadi di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pemahaman masyarakat yang cenderung menganggap tawakal sebagai sikap pasrah tanpa upaya, yang berpotensi menghasilkan fatalisme sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari asal-usul konsep tawakal dalam tradisi tasawuf, mengevaluasi hubungannya dengan masalah sosial-ekonomi kontemporer, dan memberikan gambaran tentang tawakal sebagai kekuatan spiritual yang aktif dan bermanfaat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Al-Qur'an, hadis, karya tasawuf klasik, dan literatur kontemporer adalah sumber data.</em> <em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang tasawuf, tawakal tidak bertentangan dengan tindakan rasional. Sebaliknya, itu menekankan keseimbangan antara upaya, iman, dan tanggung jawab sosial. Reinterpretasi tawakal dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam menghadapi ketimpangan sosial, krisis ekonomi, dan tantangan global kontemporer. Oleh karena itu, tawakal masih relevan sebagai landasan spiritual yang progresif, humanis, dan transformatif dalam kehidupan modern.</em></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>tawakal tasawuf sosial, Ketimpangan Sosial, Krisis Ekonomi, Etika Transformatif.</p> Bayu Asep Saputra, Ahmad Ikrom Anwari, Ahmad Maftuh Sujana, Syafiin Mansyur Copyright (c) 2026 Bayu Asep Saputra, Ahmad Ikrom Anwari, Ahmad Maftuh Sujana, Syafiin Mansyur https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/365 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0800 Pergulatan Tarekat Tasawuf dengan Wahabisme: Analisis Konsep Moderasi Beragama Mursyid Tarekat Idrisiyah https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/369 <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This article discusses the views of the Murshid of the Idrisiyah Sufi Order in Tasikmalaya, Sheikh Muhammad Fathurahman, on theological deviations often associated with Wahhabism within the framework of religious moderation (wasathiyah). Motivated by the tension between purification movements and Sufi traditions in Indonesia, this library research finds that Idrisiyah moderation rejects rigid monotheism-polytheism dichotomies and emphasizes the integration of creed, jurisprudence, and Sufism as a balanced unity. By using qualitative-descriptive methods and conceptual analysis of primary works, this study indicates that Idrisiyah Sufism serves as a moderate theological framework capable of addressing puritanism while strengthening Muslim unity and national cohesion. The implication of this model offers an inclusive approach to local wisdom without losing its purist theological roots.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Religious Moderation, Wasathiyah, Idrisiyah Order, Sufism, Wahhabism, Puritanism.</em>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Artikel ini membahas pandangan Mursyid Tarekat Idrisiyah Tasikmalaya, Syekh Muhammad Fathurahman, terhadap penyimpangan teologis yang sering dikaitkan dengan Wahabisme dalam kerangka moderasi beragama (wasathiyah). Penelitian ini berangkat dari ketegangan antara gerakan purifikasi aqidah dan kekayaan tradisi tasawuf di Indonesia. Dengan metode studi kepustakaan dan analisis konseptual terhadap karya-karya utama, penelitian ini menemukan bahwa moderasi Idrisiyah menolak pendekatan dikotomis tauhid-syirik yang kaku. Sebaliknya, tarekat ini menekankan integrasi aqidah, fikih, dan tasawuf sebagai satu kesatuan yang seimbang. Tasawuf Idrisiyah berfungsi sebagai kerangka teologis moderat yang mampu menjawab tantangan puritanisme sekaligus memperkuat persatuan umat dan keutuhan bangsa.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Moderasi Beragama, Wasathiyah, Tarekat Idrisiyah, Tasawuf, Wahabisme, Puritanisme.</em>&nbsp;</p> Kamal, Rizal Fauzi, Zea Ahmad Zakaria Copyright (c) 2026 Kamal, Rizal Fauzi; Zea Ahmad Zakaria https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/369 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0800 Perkembangan dan Tipologi Tasawuf: Relevansinya bagi Penguatan Spiritual Siswa Generasi Alpha https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/390 <p>Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan historis tasawuf, menganalisis tipologi tasawuf&nbsp; dan menjelaskan relevansinya bagi penguatan spiritual siswa Generasi Alpha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal, dan karya akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf berkembang secara dinamis dari gerakan zuhud pada masa awal Islam hingga melahirkan tiga tipologi utama, yaitu tasawuf akhlaki, amali, dan falsafi. Di antara ketiga tipologi tersebut, tasawuf akhlaki merupakan pendekatan yang paling relevan bagi penguatan spiritual siswa Generasi Alpha karena menekankan pembentukan karakter, pengendalian diri, dan pembiasaan perilaku positif yang sesuai dengan tantangan era digital. Nilai-nilai tasawuf seperti ikhlas, sabar, tawakal, muhasabah, dan tanggung jawab berkontribusi dalam memperkuat spiritualitas, keseimbangan emosional, serta ketahanan moral peserta didik. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai tasawuf akhlaki dalam pendidikan Islam merupakan strategi yang relevan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran spiritual yang kuat.</p> Nahdliana `Aisyatul `Asyiroh, Shabrina Awwaliyah Safithri, Muhammad In’am Esha, Imron Rossidy Copyright (c) 2026 Nahdliana `Aisyatul `Asyiroh, Shabrina Awwaliyah Safithri, Muhammad In’am Esha, Imron Rossidy https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/390 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0800 Tasawuf sebagai Pola Pikir Hidup Sederhana: Analisis Pemikiran Gus Baha https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/454 <p>Abstract <br />This study is motivated by the growing tendency of modern society toward consumerism, materialism, <br />and competitive lifestyles that often lead to spiritual crises and inner anxiety. Sufism (tasawuf), as <br />the spiritual dimension of Islam, offers a mindset of simple living that emphasizes balance between <br />worldly life and the hereafter. This research aims to analyze the thought of KH. Ahmad Bahauddin <br />Nursalim (Gus Baha) regarding Sufism as a mindset of simple living and its relevance to <br />contemporary challenges. The study employs a qualitative approach with a library research design. <br />Primary data were obtained from Gus Baha’s sermons and lectures, while secondary data were <br />derived from scholarly works on Sufism and contemporary Islamic thought. The findings reveal that, <br />according to Gus Baha, simplicity does not mean rejecting worldly life, but living proportionally, <br />avoiding sin through permissible activities, and integrating sharia with spirituality. Sufism is <br />presented as a practical mindset that shapes social ethics, strengthens tolerance, and provides <br />solutions to modern moral crises. Therefore, Gus Baha’s Sufistic perspective remains highly relevant <br />as guidance for balanced living in the contemporary era.<br /><br />Abstrak <br />Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan masyarakat modern yang semakin terjebak dalam <br />gaya hidup konsumtif, materialistik, dan kompetitif sehingga menimbulkan krisis spiritual dan <br />kegelisahan batin. Tasawuf sebagai dimensi spiritual dalam Islam menawarkan pola pikir hidup <br />sederhana yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk <br />menganalisis pemikiran KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengenai tasawuf sebagai <br />pola pikir hidup sederhana serta relevansinya terhadap tantangan kehidupan modern. Penelitian ini <br />menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan <br />data primer berupa ceramah dan pengajian Gus Baha serta data sekunder dari literatur ilmiah terkait <br />tasawuf dan pemikiran Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Gus Baha, <br />kesederhanaan bukanlah penolakan terhadap dunia, melainkan sikap proporsional, menjauhi maksiat <br />melalui aktivitas mubah, serta integrasi antara syariat dan spiritualitas. Tasawuf dipahami sebagai <br />pola pikir praktis yang membentuk etika sosial, memperkuat toleransi, dan menjadi solusi atas krisis <br />moral modern. Dengan demikian, tasawuf ala Gus Baha relevan sebagai pedoman hidup seimbang <br />di era kontemporer.</p> Anwar Arifin Romdhoni, Ahmad Syatori Copyright (c) 2026 Anwar Arifin Romdhoni, Ahmad Syatori https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/454 Mon, 21 Sep 2026 00:00:00 +0800