Studi Kritis terhadap Konsep Mahabbah dan Ma’rifah dalam Mengisi Spiritualisasi Ilmu Pengetahuan

Authors

  • Suni Subagja UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Serly Amalia UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.58572/hkm.v6i1.280

Keywords:

Mahabbah, Ma‘rifah, Spiritualitas Islam

Abstract

Mahabbah dan ma‘rifah merupakan dua konsep fundamental dalam tradisi tasawuf yang merepresentasikan dimensi cinta spiritual dan pengetahuan ilahiah dalam hubungan manusia dengan Allah Swt. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian, landasan konseptual, serta keterkaitan antara mahabbah dan ma‘rifah dalam kerangka spiritualitas Islam, sekaligus menelaah relevansinya bagi kehidupan manusia modern yang kerap mengalami krisis makna dan kekosongan batin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber pada Al-Qur’an, hadis Nabi, serta literatur tasawuf klasik dan kontemporer. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses pengumpulan, reduksi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahabbah merupakan kecintaan ruhiah yang tulus dan total kepada Allah tanpa pamrih duniawi, sedangkan ma‘rifah adalah pengenalan batiniah terhadap Allah yang diperoleh melalui penyucian hati dan anugerah Ilahi. Kedua konsep ini bersifat saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan spiritual seorang sufi, sebagaimana tercermin dalam pemikiran tokoh-tokoh tasawuf seperti Rabi‘ah al-‘Adawiyah, Dhu’n-Nun al-Mishri, dan al- Ghazali. Mahabbah melahirkan kedekatan eksistensial dengan Tuhan, sementara ma‘rifah memperdalam kesadaran spiritual dan transformasi akhlak. Dengan demikian, mahabbah dan ma‘rifah dapat dipandang sebagai fondasi utama tasawuf yang tetap relevan dalam membangun spiritualitas Islam yang bermakna di tengah tantangan kehidupan kontemporer.

References

Al-Ghazali. Pemikiran Tentang Mahabbah Dan Ma'rifah Sebagai Aspek Cinta Dan Pengetahuan Kepada Allah Dalam Tasawuf.

Damis, N.D. Kajian Tentang Mahabbah Sebagai Keinginan Kuat Untuk Bertemu Dengan Tuhan Dan Cinta Spiritual Dalam Tradisi Sufi.

Helmy, Dkk. 2020. Studi Mengenai Ma'rifah Sebagai Proses Pengenalan Mendalam Terhadap Tuhan Tanpa Batas Akhir.

Nasrullah Jamaludin, M.Ag. Dosen Pengampu Mata Kuliah Ilmu Tasawuf Yang Menjadi Acuan Makalah Ini.

Rabi'ah Al-'Adawiyah (713-801 M). Tokoh Sufi Pelopor Konsep Mahabbah, Dikenal Dengan Ajaran Cinta Ilahi Yang Suci Tanpa Syarat.

Dzunnun Al-Mishri (W. 860 M). Tokoh Pelopor Ma'rifah, Yang Mengajarkan Maqamat Dan Ahwal Sebagai Tingkatan Dalam Perjalanan Spiritual.

Al-Qur'an Surah Al-Maidah Ayat 54. Ayat Yang Menegaskan Umat Yang Dicintai Allah Dan Mencintai-Nya.

Al-Qur'an Surah Ali 'Imran Ayat 31. Ayat Tentang Cinta Kepada Allah Harus Disertai Dengan Mengikuti Nabi Muhammad SAW.

Hadis Qudsi. Mengenai Cinta Allah Kepada Hamba Yang Mendekat Kepada-Nya Melalui Amalan Sunnah.

Al-Sarraj. Penjelasan Tingkatan Mahabbah Dalam Tasawuf Dan Alat-Alat Spiritual Dalam Berhubungan Dengan Tuhan.

Harun Nasution. Pemaparan Alat Seperti Qalb (Mata Hati), Roh, Dan Sirr (Rahasia) Sebagai Sarana Mencapai Pengalaman Ma'rifah Dan Mahabbah

Downloads

Published

2026-03-24

How to Cite

Subagja, S., & Amalia, S. (2026). Studi Kritis terhadap Konsep Mahabbah dan Ma’rifah dalam Mengisi Spiritualisasi Ilmu Pengetahuan. Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf Dan Peradaban Islam, 6(1), 117–124. https://doi.org/10.58572/hkm.v6i1.280