Babisme dan bahaisme dalam kontestasi otoritas keagamaan pada masa dinasti qajar abad ke-19
DOI:
https://doi.org/10.58572/hkm.v6i1.285Keywords:
Kata kunci: Babisme, Bahaisme, Persia abad ke-19, Dinasti Qajar, gerakan sosial-keagamaan, reformasi religiusAbstract
Penelitian ini mengkaji munculnya gerakan Babisme dan Bahaisme sebagai fenomena sosial-keagamaan yang signifikan dalam transformasi identitas Persia pada abad ke-19. Kedua gerakan ini muncul di tengah konteks historis Dinasti Qajar yang mengalami krisis legitimasi politik, tekanan imperialisme Barat dan Rusia, serta ketegangan sosial akibat modernisasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis akar ideologis kedua gerakan, menjelaskan konteks sosio-politik kemunculannya, mengidentifikasi dampak terhadap masyarakat Persia, dan mengevaluasi persekusi yang dialami pengikutnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-historis dengan analisis sumber primer dan sekunder, termasuk teks-teks keagamaan, dokumen sejarah Qajar, dan literatur akademis kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Babisme, yang dimulai oleh Sayyid Ali Muhammad al-Bab pada 1844, merupakan gerakan reformasi radikal yang menantang ortodoksi Syiah Itsna Asyariyah. Gerakan ini kemudian berkembang menjadi Bahaisme di bawah kepemimpinan Mirza Husayn Ali Nuri (Baha'ullah), yang menekankan universalisme agama dan kesetaraan umat manusia. Kedua gerakan menghadapi persekusi brutal dari pemerintah Qajar dan ulama Syiah, mengakibatkan ribuan korban jiwa, termasuk eksekusi publik sang Bab pada 1850. Meskipun mengalami penindasan, warisan ideologis kedua gerakan tetap berpengaruh dalam membentuk wacana modernitas, reformasi sosial, dan pluralisme keagamaan di Iran modern. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman kompleksitas dinamika agama-politik dalam sejarah Timur Tengah modern.
References
Abrahamian, Ervand. A History of Modern Iran. Cambridge: Cambridge University Press, 2008.
Afary, Janet. The Iranian Constitutional Revolution, 1906-1911. New York: Columbia University Press, 1996.
Amanat, Abbas. Resurrection and Renewal: The Making of the Babi Movement in Iran, 1844-1850. Ithaca: Cornell University Press, 1989.
Avery, Peter, Gavin Hambly, and Charles Melville, eds. The Cambridge History of Iran, Volume 7: From Nadir Shah to the Islamic Republic. Cambridge: Cambridge University Press, 1991.
Baha'ullah. Epistle to the Son of the Wolf. Translated by Shoghi Effendi. Wilmette: Baha'i Publishing Trust, 1988.
Bayat, Mangol. Mysticism and Dissent: Socioreligious Thought in Qajar Iran. Syracuse: Syracuse University Press, 1982.
Cole, Juan R.I. Modernity and the Millennium: The Genesis of the Baha'i Faith in the Nineteenth-Century Middle East. New York: Columbia University Press, 1998.
Effendi, Shoghi. God Passes By. Wilmette: Baha'i Publishing Trust, 1944.
Keddie, Nikki R. Modern Iran: Roots and Results of Revolution. New Haven: Yale University Press, 2006.
MacEoin, Denis. The Sources for Early Babi Doctrine and History: A Survey. Leiden: E.J. Brill, 1992.
Momen, Moojan. The Babi and Baha'i Religions, 1844-1944: Some Contemporary Western Accounts. Oxford: George Ronald, 1981.
Nabil-i-Zarandi. The Dawn-Breakers: Nabil's Narrative of the Early Days of the Baha'i Revelation. Translated by Shoghi Effendi. Wilmette: Baha'i Publishing Trust, 1932.
Smith, Peter. The Babi and Baha'i Religions: From Messianic Shi'ism to a World Religion. Cambridge: Cambridge University Press, 1987.
Smith, Peter. A Concise Encyclopedia of the Baha'i Faith. Oxford: Oneworld Publications, 2000.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aas Safinatun Najah, Shelsie Amalia Putri, Salman Nur Fahmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








